Chelsea dan Arsenal Pastikan Tempat di Final Piala FA

Dua klub asal London, Chelsea dan Arsenal memastikan tempat mereka di Final Piala FA musim ini. The Blues berhasil lolos ke babak final usai mengandaskan perlawanan Tottenham Hotspur dengan skor 4-2. Sementara itu, The Gunners sukses melaju ke final setelah berhasil meraih kemenangan come back pada laga semifinal kontra Manchester City.

Kedua tim bisa dibilang tidak begitu diunggulkan untuk bisa meraih tiket ke babak final. Arsenal yang secara statistik memang kerap mengalami sejumlah hasil kurang memuaskan akhir-akhir ini. Sementara itu Chelsea, meskipun cukup berjaya di liga, mereka kerap menelan sejumlah kekalahan tidak terduga dalam beberapa laga terakhir mereka.

Akan tetapi, keraguan publik tersebut berhasil dipatahkan dengan sempurna oleh Antonio Conte dan Arsene Wenger. Conte sukses membawa Skuad London Biru lewat kemenangan absolut 4-2, sementara itu Wenger sendiri sukses membimbing skuad asuhannya melakukan come back. Laga final antara Chelsea melawan Arsenal sendiri akan digelar sebulan dari sekarang.

Willian Sumbang Dua Gol Kontra Spurs

Chelsea berhasil mengklaim spot di Final Piala FA usai menundukan Tottenham Hotspur dengan skor 4-2

Chelsea berhasil mengklaim spot di Final Piala FA usai menundukan Tottenham Hotspur dengan skor 4-2

Datang ke Wembley Stadium dengan status sebagai pimpinan klasemen musim ini, Chelsea tentu tidak sedikirpun mengharapkan hasil lain selain menang. Apalagi Tottenham Hotspur yang di liga kini berada satu peringkat di bawah The Blues atau runner up. Tidak heran jika laga pada tengah pekan kemarin berlangsung dalam tensi yang cukup tinggi.

The Blues memimpin lebih dulu lewat aksi Willian saat laga baru berlangsung 5 menit. Eksekusi tendangan bebas pemain asal Brasil tersebut meluncur mulus ke gawang yang dijaga Hugo Lloris. Namun tidak butuh waktu lama, The Lilywhites sukses menyamakan lewat tandukan Harry Kane pada menit ke-18 memaksimalkan umpan dari sisi kanan Tottenham Hotspur.

Jelang turun minum, Willian kembali membuat The Blues unggul lewat eksekusi penaltinya. Namun sayang saat babak kedua berjalan tujuh menit, Delle Alli sukses kembali menyamakan kedudukan lewat sontekan kaki kirinya. Pertandingan berjalan alot hingga akhirnya Eden Hazard berhasil memecah kebuntuan Skuad London Biru. Lima menit jelang laga usai, tendangan geledek Nemanja Matic memastikan kemenangan Chelsea menjadi 4-2.

Sanchez Pastikan Kemenangan Arsenal

Alexis Sanchez yang sukses mencetak gol penentu kemenangan The Gunners atas Citizens

Alexis Sanchez yang sukses mencetak gol penentu kemenangan The Gunners atas Citizens

Di lain sisi, momen serupa juga dialami Skuad Meriam London. Mesut Ozil dan kawan-kawan berhasil melakukan come back atas Manchester City yang berarti juga sekaligus memastikan tempat mereka di final. Meski tidak begitu diunggulkan  dalam laga ini, The Gunners sukses memastikan kemenangan atas skuad asuhan Pep Guardiola dengan skor akhir 2-1 tersebut.

Kedua tim menutup babak pertama pertandingan dengan skor kacamata. Namun Manchester City mencoba untuk bermain lebih menekan pada babak kedua. Alhasil pada menit ke-62, Sergio Aguero memecah kebuntuan The Citizens lewat aksinya mengelabui penjaga gawang Petr Cech. Aguero mengirimkan bola lob yang tidak mampu dihalau Cech.

Unggul satu gol City justru memutuskan untuk sedikit mengendurkan tekanan. Hal ini sukses dimanfaatkan The Gunners untuk mencetak gol penyeimbang. Alex Oxlade-Chamberlain sukses mengirim umpan kepada Nacho Monreal utuk kemudian dikonversi menjadi gol pada menit ke-71. Sepakan Monreal membobol gawang Manchester City dan mengubah kedudukan menjadi 1-1.

Kedudukan imbang tersebut pun berjalan hingga waktu normal usai. Ini membuat pertandingan terpaksa dilanjutkan lewat extra time. Beruntung bagi Arsenal, pada babak tambahan Alexis Sanchez sukses membuat pendukung Manchester City terdiam. Pemain asal Cile tersebut sukses membobol gawang The Citizens sekaligus menyudahi laga dengan kemenangan 2-1 bagi Arsenal.


Klub Yang Menyesal Usai Ditinggal Pemain

Liga Premier Inggris menyajikan kompetisi yang begitu ketat. Tidak hanya antara klub satu dengan yang lainnya, namun persaingan antar pemain untuk mendapat spot di skuad reguler juga sangat ketat. Sehingga tak jarang banyak yang tidak kuat dan akhirnya memilih hengkang dari klub tersebut.

Namun apa sebenarnya yang menjadikan hal tersebut menarik? Yang membuat ini menarik yaitu, usai hengkang sang pemain justru tampil bersinar bersama klub barunya. Bukan sedikit pemain yang mengalami kejadian semacam ini, seperti contohnya beberapa nama yang sedang populer belakangan ini.

Daniel Sturridge, Romelu Lukaku dan bahkaan Joe Hart. Ketiga nama tersebut merupakan pemain yang memiliki kasus serupa. Jika untuk Sturridge mungkin tidak terlalu menarik perhatian, lain halnya dengan Lukaku dan Hart. Kedua pemain ini memang meninggalkan klub terdahulunya lantaran sulit bersaing.

Dan jika fakta bahwa mereka bersinar di tim barunya, ternyata di balik semua itu ada pihak yang menyesal. Siapa lagi kalau bukan mantan klub yang salah mengambil keputusan untuk menjual pemain-pemain tersebut. Berikut adalah kisah tentang pemain yang sukses membuat sang mantan klub menyesal pernah membuangnya.

Lukaku, Dulu Dibuang Kini Raja Top Skor

Lukaku saat masih berseragam The Blues

Lukaku saat masih berseragam The Blues

Siapa yang tidak mengenal sosok Romelu Lukaku? Pemain yang sekarang membela Everton ini memang sempat mengejutkan publik dengan menjadi top skorer Liga Inggris musim ini. Sangat mengejutkan mengingat Everton sendiri bahkan hanya menempati posisi papan tengah klasemen sementara saat ini.

Sebelum bergabung dengan The Toffees, Lukaku sempat berseragam Chelsea. Memang saat itu Lukaku bersama The Blues ketika mereka memiliki banyak stok penyerang. Merasa sulit untuk bersaing dengan sejumlah nama top di Stamford Bridge, Lukaku pun memutuskan untuk hengkang dan bergabung dengan Everton.

Dan seperti yang sudah kita duga, Lukaku berhasi tampil gemilang bersama klub asal Merseyside tersebut. Dan seperti yang sudah kita duga juga, dibalik kesuksesan pemain buangan, terdapat mantan yang menyesal. Hal ini tampaknya juga berlaku untuk The Blues mengingat mereka kini minim stok penyerang ujung berkualitas.

Drogba : Luar Biasa Jika Lukaku Kembali ke Chelsea

Drogba berharap Lukaku kembali ke Stamford Bridge

Drogba berharap Lukaku kembali ke Stamford Bridge

Kini Chelsea tidak lagi kebanjiran stok penyerang seperti dahulu. Bahkan kini manajer Antonio Conte kerap kebingungan ketika mereka kehilangan Diego Costa. Tidak ada lagi sosok penyerang gantung murni yang berdiri di depan gawang dengan naluri mencetak gol yang sangat tinggi.

Melihat kondisi ini, mantan punggawa The Blues, Didier Drogba pun angkat bicara. Drogba menyebutkan bahwa hal yang sangat baik jika Chelsea mencoba membujuk Lukaku untuk kembali ke Stamford Bridge. Menurutnya, penyerang asal Belgia tersebut memiliki chemistry yang cukup kuat dengan Skuad London Biru.

“Jika Romelu Lukaku bergabung Chelsea, itu merupakan kabar sangat baik. Dia mengenal orang-orang di Stamford Bridge. Saya rasa dia dapat membuktikan diri bersama Chelsea,” ujar Drogba saat ditanyakan media setempat.

Drogba pun mengaku sangat mengenal sosok Lukaku layaknya adik sendiri. Pria Pantai Gading tersebut memang sempat bermain bersama saat dirinya dan Lukaku masih berada di Stamford Bridge. Dan menurutnya, sosok pemain seperti Lukaku merupakan yang paling dibutuhkan Chelsea saat ini.

“Chelsea adalah klubnya sejak muda, kenapa tidak kembali ke sini? Dia bekerja sangat keras untuk menjadi yang terbaik. Saya sangat mengenal Lukaku karena dia telah seperti adik sendiri. Saya rasa dia mmerupakaan sosok pemain yang tim butuhkan” Tutup Drogba.


Performa Ozil dan Sanchez Semakin Memburuk

Sudah banyak sekali yang menyadari bahwa kini performa Arsenal sangat merosot tajam. Beberapa kali The Gunners menelan kekalahan dalam laga yang sebenarnya di atas kertas sangat bisa dimenangkan mereka. Hal ini pun menggiring asumsi banyak pihak bahwa semua bersumber dari permasalaha internal mereka yang tidak kunjung berkesudahan.

Sempat beberapa waktu lalu muncul kabar bahwa dua pemain andalan mereka, Mesut Ozil dan Alexis Sanchez tidak ingin memperpanjang kontrak mereka di Emirates. Menurut informasi, kedua pilar Arsenal tersebut sudah merasa putus asa untuk bisa meraih gelar bersaa The Gunners. Masalah ini pun mengundang komentar dari mantan pemain sekaligus legenda Liverpool, Jamie Carragher.

“Saya berpikir bahwa saat ini tim mereka sangat berantakan. Mereka berdua bermain sangat memalukan sejak dimulainya pembicaraan mengenai kontrak baru. Jelas sekali kita lihat, Sanchez tampil buruk dalam beberapa pertandingan terakhir. Sangat terlihat seakan mereka sengaja bermain buruk agar bisa hengkang. Mereka membicarakan tentang berapa besarnya gaji dan uang.” ujar Carragher.

Delph, Jadi Starter Langsung Cetak Gol

Fabian Delph yang berhasil mencetak gol usai lama absen sebagai starter

Fabian Delph yang berhasil mencetak gol usai lama absen sebagai starter

Beralih ke Kota Manchester, ada sosok pemain yang mungkin terbilang asing di telinga kita. Adalah Fabian Delph, yang sukses mencetak gol ketiga kala The Citizens menghabisi Hull City dengan skor akhir 3-0. Meski baru terlihat tampil, ternyata pemain tersebut telah berada di Etihad Stadium sejak 2015 lalu. Hanya saja, rentetan cedera membuat pemain berkepala plontos tersebut jarang dimainkan.

Sejak didatangkan dari Aston Villa, Delph memang jarang sekali tampil sebagai starter. Bahkan selama beberapa kali berganti sosok pelatih, jarang sekali performa Delph menghipnotis para penikmat sepakbola. Akan tetapi, dalam laga kontra Hull kemarin, Pep Guardiola mempercayakan Delph untuk bermain sebagai starter. Kepercayaan ini pun dibayar kontan oleh Delph dengan mencetak satu gol.

“Saya termasuk orang yang memiliki pandangan positif terhadap kehidupan dan karier yang saya jalani. Saya terus bekerja keras dan akhirnya manajer telah memberi saya kepercayaan. Saya memiliki kesempatan untuk bermain dalam dua pertandingan dan membuktikkan dapat tampil baik terutama pada pertandingan kedua,” ujar Delph dilansir media setempat.

De Gea Kena Nyinyiran Mourinho

De Gea kena sindiran Mourinho usai absen akibat cedera punggung

De Gea kena sindiran Mourinho usai absen akibat cedera punggung

Sementara itu dari klub Manchester lainnya, rival The Citizens Manchester United sedang berada dalam situasi yang kurang menyenangkan. Memang kemarin mereka sukses mengandaskan Sunderland di kandang dengan skor akhir 3-0. Namun terlepas dari kemenangan tersebut ternyata ada yang mengganjal di hati sang manajer Tim Setan Merah, Jose Mourinho.

Mourinho dikabarkan merasa kesal lantaran kiper utama mereka David De Gea tidak bisa bermain dalam laga tersebut. De Gea dilaporkan menderita cedera pada bagian punggungnya, namun hal itu dibantah Mou. Pria asal Portugal tersebut menyebutkan bahwa De Gea melebih-lebihkan cedera yang dideritanya yang sebetulnya ringan dan tidak terlalu parah.

“Cedera David De Gea tidaklah seserius yang kalian bayangkan. Itu hanya cedera ringan dan bukanlah merupakan masalah yang berarti. Dia hanya merasa sedikit tidak nyaman pada bagian punggungnya, sehingga dirinya memutuskan tidak bermain. Ironis bukan? Sementara itu, setiap kali Romero tampil sebagai kiper utama menggantikan De Gea, dia selalu bermain sangat baik.” sindir Mou.

Manajer yang juga pernah menangani Chelsea tersebut dikabarkan tidak puas dengan performa David De Gea saat kembali usai membela timnas Spanyol pada jeda internasional. Sebelumnya, David De Gea beberapa kali menampilkan permainan tidak konsisten di bawah mistar The Red Devils.


Skor Bola Chelsea Kokoh di Puncak, Arsenal Gusur United

Klasemen Liga Primer Inggris pada pertengahan pekan ini kembali mengalami pergeseran yang tidak terlalu signifikan, namun cukup terbilang menegangkan. Adalah pemimpin klasemen saat ini, Chelsea yang berhasil mempertahankan tahta mereka di posisi tertinggi klasemen saat ini. Sementara itu, Manchester United harus merelakan spot kelima menjadi milik Arsenal.

Chelsea berhasil mempertahankan status mereka sebagai pemuncak klasemen saat ini usai mengandaskan perlawanan tamu mereka, Manchester City. City yang saat ini berada di posisi empat terpaksa pulang tanpa poin setelah menyerah 1-2 dari tuan rumah Chelsea. Eden Hazard yang menjadi pahlawan dalam laga ini berhasil memborong dua gol kemenangan The Blues.

Sementara itu, Tim Setan Merah kali ini harus bersabar menunggu di bawah Skuad Meriam London. Kedua tim ini memang memiliki jumlah poin yang sama, namun selisih gol yang lebih banyak membuat Arsenal berhasil menduduki peringkat kelima klasemen saat ini. The Gunners mengklaim tempatnya tersebut usai memukul lawannya, West Ham United dengan skor 3-0.

Livescore 123: Hazard Masih Terlalu Tangguh

Eden hazard sukses memborong dua gol saat Chelsea mengalahkan City

Eden hazard sukses memborong dua gol saat Chelsea mengalahkan City

Menurut situs prediksi skor resmi live score 123 tampaknya kekalahan kontra Crystal Palace pekan lalu berhasil menjadi cambukan bagi Chelsea untuk bangkit. Ini terbukti dalam laga kontra Manchester City dini hari tadi, dimana Eden Hazard dan kawan-kawan sukses menumbangkan sang tamu 2-1. Dan lagi-lagi, Hazard sukses menjadi pahlawan dalam pertandingan yang digelar di Stamford Bridge tersebut.

Kemenangan tuan rumah diawali oleh gol yang dicetak Hazard usai menerima assist dari Cesar Azpilicueta. Aksi Azpilicueta di sisi kiri pertahanan City, sukses membuat lini pertahanan mereka yang dipimpin Vincent Kompany menjadi berantakan. Azpilicueta mengirim operan ke tengah yang langsung dicambut oleh tembakan oleh Hazard sekaligus membuat tuan rumah unggul 1-0.

The Citizens sempat menyamakan kedudukan tidak berapa lama kemudian lewat gol Sergio Aguero yang memanfaatkan kesalahan kiper tuan rumah. Namun akhirnya The Blues berhasil kembali unggul lewat gol kemenangan yang dicetak Hazard  lewat titik putih. Eksekusi Hazard sempat terhalau kiper, namun dengan respon cepat, dia berhasil menambah keunggulan tuan rumah sekaligus memastikan kemenangan dengan skor 2-1.

Gol Ozil Awali Pesta Kemenangan Arsenal

Ozil sukses mencetak gol indah ke gawang West Ham United

Ozil sukses mencetak gol indah ke gawang West Ham United

Sementara itu, Arsenal kini berhasil merebut tempat kelima yang pekan lalu dihuni Manchester United. Skuad The Gunners sukses meraih kemenangan atas sang tamu, West Ham United dengan skor akhir 3-0. Dalam laga yang digelar dini hari tadi, tuan rumah terlihat cukup kesulitan untuk bisa memecah kebuntuan. Bahkan gol pertama mereka baru tercipta di babak kedua.

Gol tersebut diciptakan lewat kaki Mesut Ozil yang melakukan tembakan placing dari luar kotak pelanti. Memanfaatkan bola liar hasil tendangan sudut, Ozil yang saat itu tanpa penjagaan tanpa ragu melepaskan tendangan jarak jauh ke gawang The Hammers. Selang beberapa menit kemudian, Ozil kembali berperan dalam terciptanya gol bagi Skuad Meriam London.

Ozil sukses mengirim umpan kepada Theo Walcott yang kemudian berhasil memaksa kiper West Ham kembali memungut bola dari dalam gawang. Tidak lama berselang, kali ini giliran aksi Olivier Giroud yang melengkapi kemenangan The Gunners. Menerima operan Alex Oxlade Chamberlain, Giroud berhasil mencetak gol dengan cara yang sama seperti gol Ozil.

Kemenangan 3-0 pun menutup pertandingan yang digelar di Emirats Stadium tersebut. Atas kemenangan ini, The Gunners sukses merebut peringkat lima yang sebelumnya ditempati The Red Devils. Dan mengingat kedua tim memiliki poin sama, sepertinya persaingan di sisa musim ini akan terasa semakin panas.


United Gagal Raih Poin Penuh di Old Trafford

Manchester United terpaksa merelakan tiga poin yang diharapkan bisa diraih ketika mereka menjamu Everton di Old Trafford dini hari tadi. The Red Devils yang turun dengan kekuatan penuh bahkan dengan kembalinya beberapa pilarnya tidak berhasil menghentikan perlawanan The Toffees. United bahkan harus tertinggal lebih dulu lewat aksi cerdik Phil Jagielka.

Tim Setan Merah sebenarnya bisa saja menyamakan kedudukan jika saja tandukan Zlatan Ibrahimovic tidak dianulir wasit. Hakim garis melihat posisi Ibra berada dalam posisi offside sebelum menerima umpan silang dari Ander Herrera. Padahal dalam tayangan ulang terlihat Zlatan masih berada dalam posisi aman dan bebas offside. Keputusan wasit ini tentu membuat Jose Mourinho geram.

Dari kubu lawan, sepertinya manajer Ronald Koeman berhasil membaca situasi. Kondisi Romelu Lukaku yang dijaga ketat membuat barisan pertahanan United lupa akan ancaman dua bek tengah The Toffees saat kondisi bola mati. Sebenarnya lini belakang Everton bermain cukup solid, hanya saja kesalahan Ashley Williams membuat wasit memberikan hadiah penalti bagi tuan rumah.

Kekecewaan Ibra Terhadap Keputusan Wasit

Ibrahimovic yang melakukan protes usai golnya dianulir wasit

Ibrahimovic yang melakukan protes usai golnya dianulir wasit

Zlatan Ibrahimovic mengungkapkan kekecewaannya atas keputusan kontroversial wasit dalam laga kontra Everton dini hari tadi. Pemain asal Swedia tersebut kecewa sebab hakim garis yang menyatakan dirinya berada dalam posisi offside sebelum melakukan sundulan kearah gawang Everton yang dijaga Joel Robles. Padahal dalam tayangan ulang sangat jelas bahwa Ibra berdiri dalam posisi aman.

Keputusan ini tentu sangat merugikan bagi Manchester United yang tengah mencari tambahan poin untuk memastikan tiket zona Eropa di musim depan. Beruntung kecerobohan bek Ashley Williams di menit-menit akhir membuat tuan rumah mampu menyamakan skor lewat tendangan penalti. Ibra yang menjadi eksekutor pun sukses melaksanakan tugasnya dengan baik.

“Menurut saya hasil ini tidaklah begitu buruk mengingat apa yang terjadi di lapangan. Kami kebobolan akibat kesalahan kami dalam mengantisipasi gerakan Jagielka. Kami berhasil mendominasi di sepanjang pertandingan. Namun karena suatu hal, kami gagal merobek jala mereka,” ujar Ibrahimovic.

Pemain yang juga pernah bermain untuk Juventus, Inter Milan dan AC Milan tersebut juga menyebutkan bahwa kini United tidak boleh kehilangan konsentrasi. “Kini kami harus tetap fokus dan tak boleh lagi ada kesalahan-kesalahan. Setiap poin dari sebuah laga sangatlah penting, terutama saat bersaing dalam kondisi seperti ini.” lanjutnya.

Mourinho Sayangkan Keputusan Wasit Anulir Gol Ibra

Pemain Everton yang berpesta usai membobol gawang United

Pemain Everton yang berpesta usai membobol gawang United

Terlepas dari beberapa hal yang terjadi dalam laga Manchester United kontra Everton tadi malam, ada satu yang menjadi sorotan publik. Yaitu dianulirnya gol Zlatan Ibrahimovic karena wasit menilai sang pemain telah berada dalam posisi offside sebelum menerima umpan. Keputusan hakim garis tersebut pun menghandirkan pro dan kontra salah satunya dari sang manajer, Jose Mourinho.

“Sebenarnya jika anda benar-benar menonton, kami mencetak dua gol yang sah. Namun kita semua tahu apa yang terjadi. Ya, saya hanya tersenyum karena tidak ada guna juga untuk marah kepada hakim garis. Saya paham bahwa ini keputusan sulit bagi mereka. Hanya video tayangan ulang yang bisa membantunya,” ujar pria yang juga pernah melatih Chelsea tersebut.

Tidak hanya dari pihak United yang berkomentar soal keputusan wasit. Jurnalis dari sebuah media di Inggris, Jamie Anderson pun ikut berkomentar soal gol Ibra yang dianulir. “Saya paham ini merupakan keputusan yang sangat sulit bagi wasit. Hanya sebagian anggota tubuh (kepala) Ibra yang berada dalam posisi offside. Namun, itu tetap keputusan tepat dan kita harus menghargai.”


Jadwal Bola Tengah Pekan Liga Premier Inggris

Liga Premier Inggris akan menyajikan beberapa pertandingan menarik yang syarat dengan atmosfir tingkat tinggi. Yang pertama yaitu antara Manchester United menghadapi Everton yang akan digelar di Stadion Old Trafford pada dini hari nanti. Selain itu, ada juga laga Big Match antara Chelsea menghadapi Manchester City akan digelar pada besok atau kamis dini hari.

Kedua klub asal Kota Manchester tersebut memang sama-sama akan melakoni laga pada tengah pekan ini. Manchester merah akan menjamu Everton, sedangkan Menchester Biru akan berkunjung ke markas Chelsea, Stamford Bridge pada hari berikutnya. Laga tersebut diprediksi akan berjalan panas meskipun tidak akan terlalu mempengaruhi posisi The Blues di puncak klasemen.

Di sisi lain, Chelsea yang pada akhir pekan lalu baru saja menelan kekalahan dari Crystal Palace bersiap untuk membayar kekalahannya. Kembali bermain di hadapan para publik Stamford Bridge, manajer Antonio Conte akan menurunkan skuad terbaiknya untuk meladeni perlawanan Sergio Aguero dan kawan-kawan. Sementara itu, The Citizens yang kemarin gagal mengantongi 3 poin juga berniat untuk tampil all-out pada laga tersebut.

Preview Jadwal Bola Chelsea vs Manchester City

Selebrasi gol dari Willian dan Diego Costa

Selebrasi gol dari Willian dan Diego Costa

Kekalahan di akhir pekan lalu sepertinya sukses membuat pasukan Antonio Conte terguncang. Wajar saja, dalam beberapa laga terakhir Chelsea memang kerap mendulang hasil positif dalam berbagai ajang. Namun sepertinya Wilfried Zaha dan Christian Benteke berhasil mengajarkan Eden Hazard dan kawan-kawan bahwa mendominasi jalannya kompetisi bukan berarti jaminan utuk memenangkan setiap laga.

Sementara itu, perolehan hasil Manchester City ahir pekan lalu bisa dibilang antara bagus dan tidak bagus. Bagus yaitu karena mereka sukses menahan Arsenal di hadapan publik Emirates Stadium. Bagian buruknya, mereka gagal mempertahankan keunggulan. Pasalnya, skuad asuhan Pep Guardiola tersebut berhasil dua kali unggul atas tuan rumah pada babak pertama sebelum akhirnya Mustafi memaksa laga berakhir imbang.

Meskipun laga pada kamis dini hari nanti tidak akan banyak mempengaruhi perolehan poin dalam klasemen sementara, setidaknya kemenangan akan mendongkrak mental masing-masing tim untuk menjalani sisa musim dengan mulus. Dan mengingat kedua tim meraih hasil kurang memuaskan minggu lalu, bisa dipastikan laga besok malam akan berjalan sangat sengit.

Fakta Unik Bola Malam Ini : Pemain Yang Sempat Membela Kedua Tim

Frank Lampard, Legenda Chelsea yang memutuskan bergabung dengan Manchester City di akhir karirnya

Frank Lampard, Legenda Chelsea yang memutuskan bergabung dengan Manchester City di akhir karirnya

Updated: Desember 2017 – Jadwal sepakbola liga inggris mengatakan bahwa meski Chelsea dan M. City bersahabat, namun akan di prediksi sebagai rival terkuat pada musim liga inggris nanti malam. Meski diprediksi akan berlangsung panas, namun ternyata Chelsea dan Manchester City memiliki hubungan yang cukup baik dalam soal transfer pemain. Tercatat ada beberapa pemain City yang juga pernah berseragam The Blues. Memang sejak kedatangan miliarder asal Timur Tengah, City tidak segan-segan menggelontorkan dana demi merekrut sejumlah bintang besar.

Berikut adalah pemain yang pernah bermain baik untuk Chelsea dan juga Manchester City:

  • Shaun Wright-Phillips
    Tiga musim membela The Blues Wright-Phillips memutuskan untuk kembali ke Manchester City. Bersama Chelsea, mantan pemain timnas Inggris ini meraih gelar Premier League, Piala FA, Piala Liga Inggris, serta Community Shield. Sedangkan di Manchester City, dia hanya memenangi satu trofi Piala FA.
  • Wayne Bridge
    Chelsea memiliki ekspektasi tinggi ketika merekrut Wayne Bridge dari Southampton. Akan tetapi, rentetan cedera yang menimpanya, membuat Bridge tersingkir dari skuat utama The Blues.  Awal musim 2009-2010, manajer Manchester City saat itu, Mark Hughes, membeli Bridge seharga 10 juta poundsterling (Rp 166 miliar).
  • Daniel Sturridge
    Dia resmi pindah ke Chelsea pada 3 Juli 2009. Dua tahun kemudian, Sturridge justru dipinjamkan ke Bolton selama enam bulan. Merasa tidak berkembang di Chelsea, Sturridge memutuskan untuk menerima tawaran Liverpool pada musim 2012-2013.
  • Nicolas Anelka
    Tiga tahun bersama Manchester City, dia mencetak 45 gol untuk Manchester City di seluruh kompetisi. Anelka pindah ke Fenerbache pada Januari 2005, sebelum kembali ke Inggris untuk membela Bolton Wanderers satu setengah tahun kemudian. Performa apiknya membuat Chelsea membelinya dengan pada pertengahan musim 2007-2008.
  • Frank Lampard
    Bergabung dengan Chelsea pada 1 Juli 2001, Lampard memenangi hampir seluruh gelar yang tersedia di level klub. Lampard dipinjamkan ke Manchester City dengan alasan untuk menjaga kebugaran. Dua kali bertemu dengan Chelsea saat membela Manchester City dia menolak untuk melakukan selebrasi sewaktu mencetak gol ke gawang The Blues.

Usaha Gary Cahill menghentikan Christian Benteke

Hasil Pertandingan Agen Bola: Chelsea Takluk Atas Crystal Palace

Pimpinan klasemen sementara Chelsea terpaksa kehilangan poin dalam matchday ke-30. Pasalnya dalam laga yang digelar pada akhir pekan tersebut The Blues dipaksa menyerah oleh Crystal Palace dengan skor akhir 2-1. Yang menjadikan ini semakin buruk adalah, laga tersebut dimainkan di markas Chelsea, Stadion Stamford Bridge.

Chelsea yang bertindak sebagai tuan rumah sebenarnya memulai pertandingan dengan kepercayaan diri tinggi. Bahkan The  Blues sempat unggul lebih dulu lewat aksi Cesc Fabregas saat laga baru berjalan lima menit. Beruntung bagi tim tamu yang mampu membalas melalui Wilfried Zaha dan Christian Benteke.

Pada laga lain, Arsenal hanya mampu berbagai satu poin dengan Manchester City. Dalam laga yang digelar di Emirates Stadium tersebut,  The Gunners justru sempat dua kali tertinggal dari tim tamu. Beruntung gol dari Skhodran Mustafi pada enit ke-53 mampu menyelamatkan muka Arsenal di hadapan publik Emirates.

Sementara itu, Derby Merseyside menghadirkan hasil yang cukup memuaskan bagi tuan rumah Liverpool. The Reds berhasil menuntaskan perlawanan sang tamu, Everton dengan skor akhir 3-1. Namun sayang, kemenangan skuad asuhan Jurgen Klopp tersebut memakan korban. Sadio Mane terpaksa ditandu keluar akibat cedera.

Kalah, Chelsea Masih Aman di Puncak Agen Bola Terpercaya

Diego Costa yang putus asa menghentikan aksi Wilfried Zaha

Diego Costa yang putus asa menghentikan aksi Wilfried Zaha

Menurut kantor berita master agen bola terpercaya Laga Chelsea melawan Crystal Palace bisa dibilang seakan tidak memberikan  para penonton kesempatan untuk bernapas. Bagaimana tidak, baru lima menit laga berjalan, tuan rumah telah berhasil membuka keunggulan lewat aksi gol cepat dari Cesc Fabregas.

Berawal dari aksi Eden Hazard di sisi kiri pertahanan lawan, Hazard sukses melepaskan umpan terukur ke arah kotak penalti Crystal Palace. Fabregas yang melihat peluang tersebut pun segera menyambar bola tanpa penjagaan. Menyodok bola masuk ke dalam gawang Palace yang dijaga oleh Hennessey.

Tidak sampai lima menit kemudian, tim tamu segera membalas ketinggalan mereka lewat aksi Wilfried Zaha. Zaha yang berhasil melewati penjagaan barisan pertahanan Chelsea pun melepaskan tendangan mendatar terukur. Bola mengarah ke sisi kanan Thibaut Courtouis yang telat bereaksi.

Dua menit kemudian, Crystal Palace sukses membalikan keadaan, kali ini lewat gol cantik Christian Benteke. Lagi-lagi Zaha yang mengancam lini pertahanan The Blues berhasil mengirimkan operan terukur bagi Benteke. Benteke dengan tenang berhasil mencungkil bola melewati kiper Chelsea.

Tuan rumah sempat berusaha beberapa kali untuk menyamakan kedudukan. Sayang penampilan ciamik dari Hennessey sukses membuat gawang Palace aman dari gempuran Skuad London Biru. Skor 2-1 pun bertahan hingga peluit tanda pertandingan berakhir dibunyikan.

Dua Big Match Beda Hasil

Emre Can yang mengisi posisi yang ditinggalkan sang kapten, Jordan Henderson

Emre Can yang mengisi posisi yang ditinggalkan sang kapten, Jordan Henderson

  • Liverpool vs Everton
    Sementara itu, Everton tampaknya harus kembali merelakan rival sekotanya memperpanjang rekor pertemuan. The Toffees harus menyerah di markas Liverpool, Anfield dalam gelaran Derby Merseyside yang berakhir dengan skor 3-1. Gol bagi tuan rumah dicetak oleh Sadio Mane, Philippe Coutinho dan Divock Origi. Sementara Everton sukses memperkecil kekalahan melalui gol Matthew Pennington.
  • Arsenal vs Manchester City
    Di lain tempat, Manchester City harus merelakan Liverpool mengambil tempat ketiga klasemen sementara. Sebabnya yaitu The Citizen tidak berhasil membawa pulang tiga poin dalam lawatan ke kandang Arsenal, Emirates Stadium. Skuad asuhan Pep Guardiola tersebut sebenarnya berhasil unggul lebih dulu. Namun mentalitas tuan rumah membuat laga terpaksa berakhir dengan hasil imbang.

Atas hasil pertandingan akhir pekan kemarin, Liverpool kini merangsek naik ke peringkat 3 klasemen Liga Inggris musim ini. Sementara Manchester City turun satu posisi ke peringkat empat. Kekalahan tidak mempengaruhi posisi pimpinan klasemen saat ini sebab selisih poin yang memang terlampau jauh.


Liverpool vs Everton : Battle of Merseyside

Liverpool yang berstatus sebagai tuan rumah pada laga Derby Merseyside siap menjamu sang rival dalam yang akan digelar pada akhir pekan nanti. Everton yang akan bertindak sebagai tamu datang dengan tekad penuh untuk menghancurkan dominasi The Reds di sepanjang Derby Merseyside.

The Toffees akan menyambangi Anfield dengan kepercayaan diri penuh untuk bisa memenangkan laga derbi kali ini. Everton yang dalam beberapa pertandingan terakhir sukses meraih hasil fantastis optimis bisa menghentikan perlawanan Sadio Mane dan kawan-kawan pada laga yang akan digelar pada sabtu ini.

Sementara itu Liverpool dengan kondisi tim saat ini, sepertinya laga derbi menghadapi Everton kali ini akan menjadi pertandingan yang berat. Pasalnya, The Reds dalam beberapa pertandingan terakhirnya belum mampu memberikan hasil yang cukup memuaskan.

Belum lagi jika melihat posisi klasemen saat ini. Liverpool masih saja betah di peringkat keempat dan tampaknya semakin kesulitan untuk menembus zona tiga besar. Sementara mental Everton justru sedang menanjak sejak meraih hasil positif dalam beberapa pertandingan.

Prediksi Laga Liverpool vs Everton

Sadio Mane kembali menjadi tumpuan di lini depan The Reds

Sadio Mane kembali menjadi tumpuan di lini depan The Reds

Kedua tim, baik Liverpool maupun Everton, sama-sama memiliki peluang untuk tiket bermain di kompetisi zona Eropa. Dan laga Derby Merseyside pada akhir pekan nanti akan sangat menentukan mengingat posisi mereka yang hanya terpaut 6 poin. Itulah sebabnya mengapa laga derbi pada sabtu malam nanti akan menjadi sorotan. Karena selain gengsi, nasib kedua tim musim depan juga akan ditentukan di laga ini.

Meskipun kerap beberapa kali tampil tidak konsisten, modal Liverpool dalam laga kali ini cukup bagus. The Reds berhasil mengakhiri pencapaian buruk mereka serta sukses mencatat hasil positif tiga kali beruntun. Namun masalah kebugaran pemain nampaknya akan menjadi kendala Jurgen Klopp kali ini. Adalah sosok Philippe Coutinho dan Roberto Firmino diperkirakan tidak akan fit 100% usai membela timnas Brasil.

Liverpool juga dipastikan akan bermain tanpa Adam Lallana dan Jordan Henderson akibat cedera. Nama Daniel Sturridge juga kemungkinan belum siap dimainkan meski sudah mengikuti latihan tim. Oleh karena itu, kemungkinan besar kombinasi Coutinho, Firmino dan Mane di depan, serta Lucas Leiva, Emre Can dan Wijnaldum di lini tengah diperkirakan akan menjadi satu-satunya pilihan terbaik Klopp pada sabtu malam nanti.

Preview Derby Merseyside

Romelu Lukaku diharapkan bisa membawa Everton menangkan Derby Merseyside

Romelu Lukaku diharapkan bisa membawa Everton menangkan Derby Merseyside

Sementara itu, kemenganan sudah pasti menjadi harga mati bagi tim tamu Everton. Mengingat kemenangan tersebut berarti menjad pertama mereka di Anfield dalam tujuh tahun terakhir. Berada di posisi tujuh klasemen sementara Liga Inggris musim ini dengan total 50 poin dari 29 laga, tentu saja peluang bermain di Zona Eropa musim depan bukanlah hal yang mustahil diraih The Toffees.

Bermodalkan kemenangan beruntun dalam dua laga terakhirnya (vs West Brom 4-0 dan vs Hull City 3-0), sah-sah saja jika The Toffees merasa optimis dalam laga derbi kali ini. Sosok Romelu Lukaku yang sedang on fire juga akan kembali menjadi andalan Ronald Koeman di lini depan Everton. Mengingat dalam lima laga terakhirnya Lukaku sukses mencetak total lima gol.

Meski begitu, Everton sebaiknya tidak terlalu merasa tinggi dalam laga besok malam. Sebab dikabarkan mereka kehilangan nama-nama seperti Bolasie, Coleman dan Funes Mori, yang dipastikan absen akibat cedera. Koeman juga diperkirakan tidak akan menurunkan Besic karena tidak dalam kondisi fit. Selain itu, kondisi Schneiderlin dan McCarthy juga masih belu begitu meyakinkan.


Perbedaan Metode Latihan Conte dan Guardiola

Para pelatih atau manajer dalam sebuah klub memiliki gaya kepelatihannya masing-masing. Gaya melatih semacam ini kerap kali menjadi ciri khas atau karakteristik permainan tim yang bersangkutan. Seperti misalnya gaya melatih Jose Mourinho yang cenderung pragmatis, ini tentu akan berdampak kepada gaya bermain tim yang dilatihnya.

Liga Inggris merupakan kompetisi yang menjadi tempat berkumpulnya pelatih-pelatih berkualitas di dunia. Sebut saja nama-nama seperti Sir Alex Ferguson, Carlo Ancelotti, Antonio Conte hingga Josep Pep Guardiola. Dua nama terakhir merupakan sosok yang paling mencuri perhatian penikmat Liga Inggris selama semusim terakhir ini.

Antonio Conte dan Pep Guardiola, adalah dua manajer yang memutuskan untuk menangani klub Liga Premier (Chelsea dan Mancheseter City). Keputusan mereka berdua bisa dibilang cukup mengejutkan, mengingat karir mereka bersama klub asuhan mereka sebelumnya terbilang cemerlang dan cukup menjanjikan.

Namun tidak bisa disalahkan juga mengapa mereka berdua memutuskan untuk memilih hijrah ke negeri Ratu Elizabeth. Kerasnya atmosfir persaingan di Liga Inggris merupakan alasan mereka selain dari banyaknya pundi-pundi rupiah yang mereka terima dari klub raksasa Liga Inggris.

Perbedaan Prestasi Conte dan Pep

Antonio Conte yang terkenal ekspresif di pinggir lapangan

Antonio Conte yang terkenal ekspresif di pinggir lapangan

Baik Antonio Conte maupun Pep Guardiola terkenal memiliki latar belakang melatih dua klub yang memiliki gaya permainan yang berbeda. Conte bersama Juventus dan timnas Italia terkenal memiliki gaya bermain pragmatis dengan bertahan total sukses merajai kompetisi di negeri Spagetti tersebut. Sedangkan Pep bersama Barcelona dan Bayern Munchen terkenal dengan penguasaaan bola dan serangan yang bertubi-tubi.

Namun kini prestasi mereka berdua di Premier League bagaikan langit dan bumi. Antonio Conte sukses membawa Chelsea ke peringkat satu klasemen sementara, sedangkan Pep Guardiola justru tidak mampu memenuhi ekspektasi manajemen klub Manchester City. Malah City terpaksa kehilangan Joe Hart yang merupakan aset terbaik mereka sebagai kiper muda berbakat timnas Inggris.

Conte yang terkenal emosional tersebut berhasil membawa The Blues tampil impresif di sepanjang musim ini dengan hanya merekrut sedikit pemain baru. Sedangkan pembelian Pep atas Claudio Bravo justru tidak membawa perubahan yang cukup signifikan. Malah Bravo kerap dituding sebagai kambing hitam atas beberapa kekalahan Manchester City musim ini.

Gaya Melatih Yang Membosankan

Prestasi Pep Guardiola yang kurang memuaskan di Premier Liga

Prestasi Pep Guardiola yang kurang memuaskan di Premier Liga

Gaya kepelatihan Antonio Conte dan Pep Guardiola mengundang perhatian banyak pihak. Terutama pengamat dan kritikus Liga Inggris, Rio Ferdinand. Mantan punggawa Manchester United tersebut menilai Conte memiliki metode latihan yang cukup membosankan. Namun meskipun begitu, Ferdinand mengaku sangat takjub melihat hasil yang ditunjukan oleh para pemain Chelsea.

“Kunci dari strategi 3-4-3 adalah dengan melatihnya sesering mungkin. Para pemain Chelsea memainkan formasi tersebut dengan sangat baik.  Latihan semacam ini mengahabiskan waktu sekitar 30-40 menit dan cukup membosankan. Namun, kita semua melihat hal itu berdampak positif dalam pertandingan. Jadi banyak yang  percaya dengan keampuhan metode latihan dan strategi ala Conte tersebut,” ujar Ferdinand.

Sementara itu bek sayap Manchester City, Pablo Zabaleta justru sedikit antipati dengan gaya kepelatihan sang manajer, Pep Guardiola. Menurut Zabaleta, metode melatih Pep sangat membosankan bagi para pemain The Citizens.

“Guardiola kerap mencoba membuat tim berkembang. Dia selalu mencari cara terbaik untuk menyerang. Para pemain diharuskan menonton banyak video setiap hari selama 20-30 menit. Mungkin hal itu tidak masalah bagi para pemain yang sangat mencintai sepak bola. Akan tetapi jujur saja, itu terkadang membosankan.” ungkap Zabaleta.


Kebersamaan Ludivine Kadri dengan Bacary Sagna

Ludivine-Sagna , Beauty And The Beast Dunia Nyata

Pemain sepakbola profesional memang tidak bisa dipisahkan dengan sosok wanita cantik. Sebut saja David Beckham dengan sang istri, Victoria Beckham, atau Cristiano Ronaldo dengan sang kekasih, Georgina Rodriguez. Yap, kesuksesan mereka di lapangan hijau seakan menjadi magnet bagi para wanita cantik. Bukan hal yang mengherankan jika pemain sepakbola memiliki pasangan yang rata-rata aduhai.

Berbicara tentang pasangan seorang pemain bola, tentu anda pernah mendengar istilah WAGs. Yap, akronim dari Wife And Girlfriends ini merupakn istilah yang disematkan kepada mereka para wanita yang menjadi kekasih atau pendamping sang pemain. WAGs memiliki citra yang bermacam-macam, namun sekarang ini istilah WAGs agak sedikit bergeser.

Istilah WAGs saat ini justru lebih akrab dengan kesan glamor, sosialita dan beragam kehidupan jet set ala istri dan kekasih pemain sepakbola. Namun terlepas dari kesan highclass dan semacamnya itu, ada satu kesamaan yang dimiliki para WAGs. Mayoritas WAGs memiliki  paras cantik, tubuh proporsional dan attitude bak putri kerajaan demi mengimbangi kewibawaan sang pemain.

Ludivine-Sagna Jarang Terkena Gosip

Sosok cantik Ludivine Kadri, Istri dari Bacary Sagna

Sosok cantik Ludivine Kadri, Istri dari Bacary Sagna

Taukah anda dengan sosok cantik di atas? Mungkin bagi anda para pengagum wanita cantik foto di atas ini bisa membuat anda sedikit gagal fokus. Jika boleh menebak, mungkin anda akan menyangka bahwa sosok di atas merupakan aktris, model atau bahkan bintang film xxx.

Simpan pikiran kotor kalian, karena sosok wanita cantik di atas adalah Ludivine Kadri, seorang model asal Prancis. Dan mau tahu apa yang lebih mengejutkan? Yap, sosok wanita cantik tersebut merupakan istri dari seorang pemain sepakbola berkebangsaan Prancis, Bacary Sagna.

Sagna yang kini bermain untuk Arsenal menikahi Ludivine pada 2010 lalu. Hingga saat ini, kehidupan rumah tangga keduanya memang tidak pernah diterpa gosip miring. Sangat luar biasa bukan, mengingat kehidupan Sagna sebagai bintang di dalam dan di luar lapangan, tentu banyak sekali godaan yang datang menghampiri.

Ludivine Sering Dianggap Terlalu Cantik Untuk Sagna

Kebersamaan Ludivine Kadri dengan Bacary Sagna

Kebersamaan Ludivine Kadri dengan Bacary Sagna

Secara fisik, memang terdapat perbedaan yang cukup signifikan antara Ludivine dengan Sagna. Ludivine dengan wajah cantik ala model, didukung dengan tubuh seksi mempesona seakan merupakan sosok sempurna di mata para pria. Sedangkan Sagna seringkali dinilai sebagai pemain sepakbola yang tidak memiliki wajah tampan seperti Ronaldo maupun Beckham.

Namun ketika ditanyakan hal tersebut, sang istri mengaku tak pernah mempermasalahkan masalah rupa Sagna. Ludivine malah mengaku teman-teman sosialita nya sering mengejek tentang dirinya yang mau dipersunting Sagna, namun dirinya justru membuat pengakuan yang mengejutkan.

“Sagna merupakan sosok pria yang istimewa luar dan dalam. Saya merasa sangat beruntung Tuhan telah mempertemukan saya dengan dia,” kata Ludivine saat wawancara dengan media setempat

Ludivine justru mengakui, kekurangan Sagna pada bagian rupa (wajah) tidak ada apa-apanya dibandingkan segudang kelebihan yang dimilikinya. Sosok model cantik tersebut mengungkapkan bahwa Sagna merupakan sosok dengan kepribadian baik, bertanggung jawab, sayang keluarga dan bahkan…kuat di ranjang. Alasan yang paling terakhir ini memang cukup mengejutkan, namun juga tak begitu mengherankan bagi seorang atlet sekelas Bacary Sagna.

“Saya telah menikah dengan Sagna sejak 2010 dan bertahan hingga saat ini. Itu artinya, saya tidak peduli orang bilang saya memiliki suami berwajah jelek. Wajah boleh dinilai buruk tapi perilaku serta tanggung jawab dan kemampuan seks dia sangat luar biasa. Di lapangan, permainannya juga memikat, bukan?,” tambah Ludivine.